Anyaman Keranjang Ikan
Demi melestarikan wujud budaya lokal Desa Sejati, Mahasiswa Universitas Trunojoyo, khususnya kelompok KKN 85 juga mempelajari cara menganyam wadah kerajinan pindang .....
MANJA (Manisan Jambu Air)
Salah satu agenda dari KKN 85 adalah melakukan pendampingan dan pengarahan terhadap potensi sumberdaya masyarakat desa Sejati, seperti mengadakan sosialisasi terhadap ...
Pembuatan Pestisida Alami
Sebuah tantangan tersendiri bagi kelompok KKN 85 yang anggotanya terdiri dari berbagai jurusan yang berbeda untuk mengatasi permasalahan pada hama yang oleh penduduk ....
Pendidikan untuk Masa Depan
Sebuah langkah kecil yang di penuhi duri menjadi tantangan bagi pengajar dan siswa dan siswi demi mencetak generasi bangsa yang kelak akan meneruskan cita-cita dan ......

Senin, 13 Agustus 2018

Tembakau dan Permasalahannya

Fajar Dwi R

Tembakau, tanaman yang sering sekali di gunakan sebagai bahan baku rokok. Dengan kondisi geografis dan cuaca di Desa Sejati, Tembakau merupakan produk tanaman andalan yang di tanam oleh penduduk.lokal ketika musim panas menggantikan Jagung dan Padi. Akan tetapi sama seperti semua tumbuhan lain. Tembakau juga memiliki kelemahan terhadap hama. Hama tersebut adalah Orbung dan yang kedua adalah Ulat Daun.
Dengan pengalaman sebagai pelajar dan sebagian memiliki background keluarga sebagai petani, KKN 85 sukses membuat pestisida untuk Orbung dan Ulat Daun yang selama ini meresahkan petani tembakau di desa sejati. Kesuksesan in terjadi tidak lepas dari dukungan orang tua dan keluarga mahasiswa kelompok KKN 85 serta aparat desa dan warga desa Sejati sendiri yang beberapa di antaranya mau merelakan sebagian tembakaunya untuk di jadikan percobaan untuk pestisida nya selama satu minggu. Atas keberhasilan tersebut, sekali lagi mahasiswa KKN 85 mengundang warga untuk melakukan sosialisasi petisida yang 90% mengalami kesuksesan.
Pestisida yang pertama adalah pestisida kimia untuk Orbung atau di kenal Cabuk bila di jawa. Dengan obat semut Drusban yang biasa di gunakan di jagung, di campur dengan sabun pencuci piring (Colek), Ekonomi, Wings dll. atau (Cair) Sunlight, Mama Lemon, dll. Orbung di pastikan mati setelah dua sampai tiga hari. Kemudian dampak tanaman Orbung juga menghilang dan setelah Orbung mati, tembakau yang di hinggapi orbung sebelumnya akan mulai hidup normal dan mampu menumbuhkan tunas baru.
Sementara untuk pestisida ulat sendiri, KKN 85 memutuskan untuk membuat pestisida nabati untuk mengurangi dampak penggunaan pestisida kimia. Dengan campuran daun tembakau, daun sirsak, sabun cuci piring yang colek maupun cair, ulat yang ada pada tembakau akan pergi dan tidak lagi mau memakan dedaunan tembakau.
Dengan suksessnya pembuatan pestisda tersebut diharapkan, kelak para petani tembakau tidak akan kesulitan lagi dan harus menghadapi gagal panen hanya di karenakan hama yang sangat kecil seperti orbung dan ulat.


Sosialiasai Kemasan Transport Jambu Air

Fajar Dwi R

Penjualan suatu produk harus di barengi dengan kualitas dari produk itu sendiri. Akan tetapi, tidak banyak orang menyadarinya dan hanya mementingkan hasil panen dari produk itu dan tidak memikirkan akan di bagaimanakan produk tersebut kelak akan di distribusikan.
Sebagai wujud bakti dan pengaplikasian pengalaman dan pelajaran, Mahasiswa KKN 85 membuat sebuah trobosan dan memberi arahan kepada penduduk desa sejati bahwa untuk menjaga kualitas suatu produk itu penting. Dan dengan membuat sebuah wadah untuk produk andalan desa sejati yaitu jambu air, mahasiswa KKN 85 berharap bahwa penduduk akan mengerti dan paham bahwa sebuah produk pangan memerlukan perhatian khusus apabila ingin di jadikan sebagai komoditi utama.
Sosialsi wadah jambu air, yang mana dalam pembuatannya wadahnya cukup mengandalkan kardus bekas. Beberapa di biarkan sebagaimana mestinya dan kardus yang lain di potong untuk menjadi sekat-sekat kecil berbentuk persegi untuk meletakkan jambu agar, apabila di bawa berpergian jauh, jambu air tidak menerima hantaman keras ketika kendaraan tengah melaju di jalan raya.
Penduduk desa sejati pun juga antusias karena, mereka sering mendapat komentar tentang beberap jambu yang membusuk karena kulit jambu yang terbentur keras membuatnya busuk setelah di bawa di perjalanan yang cukup lama.
Dengan program kerja yang tepat mengenai sasaran kelompok KKN 85 sangat senang mendengar respon penduduk karena, merasa bahwa apa yang mereka lakukan dapat memperbaiki dan menyelesaikan permasalahan penduduk yang menjadi petani jambu air di desa sejati.

Minggu, 12 Agustus 2018

“Pestisida Alami” Ektraksi Daun Tembakau Dan Sirsak

Fajar Dwi R


Desa Sejati meskipun terletak tidak jauh dari laut akan tetapi sebagian besar penduduknya merupakan petani dan ketika kelompok KKN 85 dari Universitas Trunojoyo datang bertepatan musim panen dan tanam tembakau tengah berlangsung. Berbeda ketika kelompok KKN 85 datang pertama kali dan melakukan survey pertama untuk melihat lokasi desa sekaligus melakukan survey bagaimana kondisi disana. Saat pertama kali datang, kelompok KKN 85 mendapati bahwa musim tanam saat itu adalah jagung dan padi dan ketika turun kelapangan tembakau merupakan tanaman yang dapat di lihat di atas tanah persawahan.
Survey ulang di lakukan pada sector pertanian untuk menemukan permasalahan yang sulit di atasi oleh para penduduk untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian. Setelah survey di lakukan kelompok KKN 85 menemukan bahwa penduduk di desa sejati menghadapi hama “Orbung” dan “Ulat”. Oleh karena itu di putuskan bahwa untuk mengatasi hal tersebut kelompok KKN 85 akan membuat pestisi daun untuk memberantas kedua hama tersebut.


            Gambar di atas menunjukkan dampak hama orbung pada tanaman tembakau, dan di sebelah kanan merupakan dampak ulat pada tanaman tembakau. Orbung, yang menempel pada tanaman tembakau akan menyerap nutrisi tanaman tembakau melalui daun, batang dan pangkal batang. Orbung juga secara langsung merusak jaringan tanaman tembakau hingga membuatnya mati seketika dan para petani mengeluhkan apabila orbung sudah hinggap, tanaman tembakau harus di cabut dan diganti dengan yang baru agar tidak menyebar ke tanaman tembakau yang lain. Dan juga, menurut penduduk orbung belum memiliki obat.
Sementara, untuk ulat penduduk sudah bisa mengatasinya tetapi tidak semua petani memutuskan untuk langsung memberantas ulat. Mereka lebih memilih untuk membiarkan ulat untuk beberapa waktu sampai tembakau cukup besar, karena ditakutkan setelah ulat menghilang justru orbung yang menyerah dan terpaksa membuat para penduduk harus mengeluarkan biaya lebih untuk mengatasi ulat dan orbung yang cara satu-satunya untuk mengatasi adalah mencabut dan mengganti yang baru.
Sebuah tantangan tersendiri bagi kelompok KKN 85 yang anggotanya terdiri dari berbagai jurusan yang berbeda untuk mengatasi permasalahan pada hama yang oleh penduduk belum dikatakan ada obatnya.
            Dengan melakukan survey secara langsung dan mewawancari beberapa petani, kelompok KKN 85 berharap bahwa mereka dapat lebih mengerti mengenai sifat dan kebiasaan hama-hama tersebut dan memikirkan untuk menemukan jalan dan cara mengatasinya.

Sabtu, 11 Agustus 2018

PAMERAN DARING DISEMINASI ONLINE

Fajar Dwi R

Berikut langkah – langkah pembuatan produk unggulan Desa Sejati, yaitu MANJA (Manisan Jambu Air) :
1.      Siapkan alat dan bahan
a.    Jambu air
b.    1 gelas air
c.     1 gelas gula pasir
d.    Pewarna makanan
e.    Agar agar
f.      Kemasan produk
g.    Parutan
h.    Tatakan
i.      Pisau
j.      Pengaduk
k.     Panci
2.      Cuci jambu air hingga bersih
3.      Potong jambu menjadi 4 bagian
4.      Haluskan jambu menggunakan parutan
5.      Campurkan :
a.    1 gelas gula pasir
b.    1 gelas parutan jambu
c.     1 gelas air
d.    1 sachet agar agar
e.    Pewarna makanan secukupnya
6.      Aduk hingga merata
7.      Panaskan dengan api kecil, dan aduk hingga mendidih
8.      Tuang manisan ke dalam cetakan dan diamkan selama 2 jam
9.      Setelah manisan memadat, potong berbentuk dadu (kotak)
10.   Tata ke dalam wadah
11.   Jemur manisan dibawah sinar matahari hingga 3 hari
12.   Manisan siap dihidangkan


Video pembuatan MANJA

Pendidikan Dasar Merupakan Awal Pondasi Masa Depan Negara

Fajar Dwi R

Wujud pengabdian kepada negara bisa dalam berbagai bentuk, seperti halnya mengajar. Dalam mengajar akan banyak hal yang di temui dan menjadi tantangan karena para pengajar yang biasa disebut sebagai guru, harus menunjukkan daya tarik dari apa yang akan mereka ajarkan sehingga muridnya berminat. Sebagai generasi yang membawa arus perubahan Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dari kelompok KKN-85 menunjukkan dedikasi mereka serta wujud aplikasi pengalaman belajar mereka untuk membantu mengajar di SDN Sejati II.
Sebuah kehormatan dan kesempatan bagi Kelompok KKN 85 untuk di berikan izin mengajar di sebuah sekolah dasar yang merupakan tempat untuk mencetak dan memberikan kontribusi kepada pondasi bangsa dan negara Indonesia tercinta.
            Berbagai macam siswa dengan pemikiran, perilaku dan sifat mereka memberikan perbedaan dan memberikan tantangan berat bagi mahasiswa UTM karena masing-masing dari mereka memiliki latar belakang yang berebeda. Sehingga perlu berbagai cara untuk menarik minat belajar siswa dan siswi di SDN Sejati II.
            Tujuan dari kegiatan mengajar ini adalah membangun bangsa dari dasar dan memberi ide-ide terbaru untuk membentuk individu cerdas, kreatif, berbudi dan beragama melalui membaca. Membaca merupakan aspek terpenting dalam Bahasa karena dengan Bahasa setiap makhluk berkomunikasi. Kemudian membaca juga melatih siswa melihat hal yang lebih luas dan membantu mereka berpikir kritis untuk mencari solusi di sebuah permasalahan. Dengan membaca, di harap para siswa dan siswi bisa membaca situasi, beradaptasi dan menyelesaikan masalah sebaik mungkin setelah mendapat informasi yang cukup.
            Sebuah tes dalam bentuk soal, diberikan untuk menguji pemahaman para siswa dan siswi demi memahami sejauh mana mereka bisa memahami pelajaran yang telah di ajarkan. Antusiasme mereka di harapkan bisa terbukti melalui hasil dari studi dan pemberian materi.

            Sebuah langkah kecil yang di penuhi duri menjadi tantangan bagi pengajar dan siswa dan siswi demi mencetak generasi bangsa yang kelak akan meneruskan cita-cita dan harapan bangsa Indonesia. Senyum dan cerahnya masa depan mereka juga secara tidak langsung memberi kontribusi pada evolusi bangsa dan negara Indonesia untuk menjadi lebih baik.

Pembuatan Kerajinan untuk Keranjang Ikan

Fajar Dwi R


Sebuah kerajinan merupakan wujud budaya yang ditinggalkan secara turun-temurun dan diajarkan secara oral dan praktik di saat bersamaan. Sebuah bambu, mampu berubah menjadi karya tangan dengan nilai estetika yang ternilai harganya. Ditangan orang-orang yang terampil dan kreatif, bamboo dapat dijadikan sebagai kerajinan tangan yang layak jual.
Desa Sejati di Kabupaten Sampang, terletak tidak jauh dari pantai dan laut. Meskipun sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai seorang petani, akan tetapi ada sebagian petani yang bermata pencaharian sebagai pengrajin bamboo yang dijadikan sebagai wadah ikan hasil laut (pindang). Meskipun bentuknya sederhana, akan tetapi dalam proses pembuatannya memerlukan ketelitian dan ketekunan.
Kerajinan wadah pindang terbuat dari beberapa irisan batang bambu tipis yang kemudian dianyam hingga sedemikian rupa. Bambu yang digunakan adalah  pohon bambu yang sudah tua dan kering. Kemudian, bambu tersebut di potong menjadi beberapa bagian sekitar 40-60 CM. setiap potongan bambu tadi akan menyisakan pipa kosong di tengahnya. Selanjutnya bagian tadi akan di belah menjadi beberapa irisan tipis yang cukup fleksibel hingga mudah untuk di tekuk tanpa patah. Ada beberapa irisan yang di jadikan sebagai pengikat dalam bentuk lingkaran.
Dalam penganyamannya di butuhkan delapan irisan bambu tipis yang kemudian dianyam dengan pola layang-layang. Setelah di anyam, iringan pengikat dalam bentuk cincin tadi di pasang untuk mengaitkan sisi-sisi irisan bambu yang masih tersisa agar tidak terlepas. Kemudian di tekan kebawah hingga berbentuk menyerupai keranjang.

Demi melestarikan wujud budaya lokal Desa Sejati, Mahasiswa Universitas Trunojoyo, khususnya kelompok KKN 85 juga mempelajari cara menganyam wadah kerajinan pindang tersebut. Karena, mahasiswa sebagai generasi muda mengemban misi untuk mempertahankan budaya lokal yang mulai dilupakan. Kelompok KKN 85 sadar bahwa kerajianan dan budaya merupakan identitas sekaligus aset kekayaan sebuah Bangsa yang tidak ternilai harganya.

Jumat, 10 Agustus 2018

Adakan Sosialisasi Pembuatan Manisan Jambu Air (MANJA), KKN 85 Memperkenalkan Produk Olahan Andalan dari Desa Sejati

Fajar Dwi R

Mahasiswa, selain duduk dan membaca buku dan jurnal pendidikan, juga di tuntut untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, seberapa pintar mahasiswa, jika tidak mampu mengabdi kepada masyarakat, ibarat pohon berbuah yang tak termanfaatkan.
Langkah awal Universitas Trunojoyo Madura untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa kepada lingkungannya, salah satunya dengan pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Di kecamatan Camplong, tepatnya di desa Sejati, Kelompok KKN 85 mengabdikan diri kepada masyarakat. Salah satu agenda dari KKN 85 adalah melakukan pendampingan dan pengarahan terhadap potensi sumberdaya masyarakat desa Sejati, seperti mengadakan sosialisasi terhadap produk olahan Manisan Jambu Air (MANJA).
“Acara ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani jambu air sekaligus memperkenalkan produk andalan desa Sejati,” terang Adlu Rohman, Kordes KKN 85, Kamis (26/7/18).
Acara sosialisasi MANJA tersebut disambut antusias oleh ibu – ibu warga desa Sejati. Puluhan warga mengikuti acara dengan baik. Dimulai dengan penjelasan tahap –tahap pembuatan MANJA, kemudian memraktikkan pengolahan MANJA secara langsung.
“Ilmunya bisa bermanfaat dan berkelanjutan,” tukas Kurnia, Ketua Pelaksana Sosialisasi MANJA.
Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian angkatan 2015 itu mengunggkapkan, harapan dari KKN 85 terhadap output kegiatan adalah meningkatkan nilai jual produk agar dapat menyejahterakan petani jambu air.
“Jika kelak ada mahasiswa yang KKN ke desa Sejati, bisa melanjutkan dan membenahi produk olahan andalan desa Sejati ini,” tutup Kunia.

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib